Devi the supreme power Episode 1 by Made Titis Maerani


Ringkasan : Ruang sidang Daksh tempat kami menunjukkan sambutan agung atas kejadian brahma. Bhrama marah melihat singgasananya dipertahankan bersama dengan Shiv dan Wisnu pada tingkat yang sama dengan…. Brahma menunjukkan egonya. Bhrama membuat singgasananya sendiri yang terbuat dari teratai dan memerintahkan untuk memulai proses yagya . Shiv dan Wisnu mencapai istana daksh. Brahma menantang shiv bahwa dia adalah kekuatan tertinggi yang telah menciptakan alam semesta dan juga trinitas. Brahma  memulai penciptaan bumi dan manusia pertama. Shiv tanpa pilihan tersisa akhirnya memenggal kepala brahma kelima yang menandakan akhir dari egonya. Tiba-tiba semua orang dibutakan oleh kilatan cahaya yang terang dan saat cahaya memudar  menunjukkan semua orang di sekitar mereka berhenti dan  melihat prakash punj mengambang. Shiv mengikutinya ... Di kosmos Prakash Punj berhenti mengambang dan saat Shiv melihat ke dalamnya, ditunjukan seluruh alam semesta di dalamnya, termasuk trinitas .. Kami melihat kilatan cahaya putih bersinar dan bintang-bintang berputar-putar untuk menciptakan bentuk devi di sekitar prakash punj seperti tubuh yang terbentuk di sekitar rahim. Kami melihat devi memegang senjata dengan banyak tangan. Suara perempuan dari Devi, menggambarkan dirinya dan kekuatannya. Dan mengungkapkan bentuk kehidupan aadi parashakti yang lebih besar. Shiv kewalahan melihat bentuk devi saat dia menyatukan tangannya dan berkata "Devi" dan suaranya bergema di kosmos.
 =========== °°°°°°==========°°°°°======
Dewi the supreme power episode 1
Lima kepala Brahma Terpenggal oleh  kemarahan Dewa Siwa
Episode dimulai dengan suara narator " Dewi! ".., yang tinggal di seluruh fragemn dunia dan juga di hati kami, dia memiliki bentuk yang tidak terhitung banyaknya dan dengan banyak nama, untuk seseorang dia adalah shakti dan untuk pengabdian seseorang terhadap seorang ibu dan untuk alam, tapi siapakah sebenarnya itu? ".., kenapa kekuatan itu berbentuk fisik? "..," Untuk menemukan jawabannya wajat untuk mengajuakan pertanyaan,  pertanyaan seperti itu akan terjawab jika ego pecah".., cerita dimulai dari ego Dewa Brahma yang muncul dari kepala kelimanya".
Wujud dewa Brahma, ditampilkan dan semua bersorak sorai untuknya, Narator berkata" Dewa Brahma yang datang kepertemuan raja Dakhsa, bersama dengan prahapati Dakhsa,  ratu Prastuti dan Rishi Narad datang juga untuk menyambutnya".
Kepala kelima dewa Brahma menatap tajam ke arah tempat duduk dan terlihat sangat marah saat melihat posisi tiga, tempat duduk diatas podiumnya. Dakhsa bertanya pada dewa Brahma" Ayah, ada apa? ".., tampaknya, kau tidak tenang,  apakah aku membuat kesalahan untuk menghormati ku?". Kepala kelima dewa Brahma berkata pada Dakhsa" Kesalahannya bukan ada pada mu, Dakhsa.., tapi dalam penyiapan/pengaturan tempat duduk". 
Raja Dakhsa berkata"Ayah, aku tidak bisa mengerti". Kepala kelima dewa Brahma berkata"tempat duduk dewa siwa dan dewa wisnu ditempatkan/ditaruh disebelah tempat duduk ku". Dakhsa tersentak dan terbelalak. Kepala kelima dewa Brahma berkata pada Dakhsa"kesalahannya bukan untuk memuja ku, Dakhsa.., tapi pengaturan tempat duduknya"
Raja Dakhsa tersentak dan menatap tempat duduk ketiga para dewa dan bertanya pada dewa Brahma" ayah, aku tidak mengerti". Kepala kelima dewa Brahma menjawab" Tempat duduk dewa wisnu dan dewa siwa ditaruh/ditempatkan disebelah tempat duduk ku,  pemujaan telah dipersiapkan/ diselenggarakan untuk menghormati ku,  aku yang telah menciptakan seluruh dunia,  aku yang telah menciptakan dewa wisnu dan dewa siwa,  bagaimana kursi mereka, ditempatkan selain milik ku? ".., aku lebih unggul"
Raja Dakhsa berkata pada Kepala kelima dewa Brahma" Ayah, maafkan aku, aku akan menyiapkan/ menempatkan tempat duduk khusus untuk mu". Kepala kelima dewa Brahma berkata" Dakhsa, tunggu.., bagaimana kau akan menyiapkan /menempatkan tempat duduk untuk dia yang telah menciptakan seluruh dunia? " .., aku yang akan membuat tempat duduk ku sendiri,  kursi itu akan sangat suci  sehingga setiap orang yang hadir dalam pemujaan ini akan mengarahui bahwa aku dewa Brahma  lebih pantas untuk di hormati dari pada dewa siwa dan dewa wisnu".
Perkataan kepala kelima dewa Brahma membuat ratu Prastuti cemas, ia berfikir" Bertanya-tanya mengapa aku merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi selama pemujaan,  Narayan, biarkan semuanya menjadi lancar "
Wujud Dewa Wisnu/Narayan ditampilkan ditengah samudra lautan sedang tertidur diatas ular berkepala banyak (shessnag), dewa wisnu terbangun wajahnya terlihat cemas. Ditempar Raja Dakhsa, keala kelima dewa Brahma mengeluarkan kekuatannya untuk membuat tempat duduknya sendiri dari bunga teratai besar dan menghilangkan tempat duduk dewa wisnu dan dewa siwa,  kepala kelima dewa Brahma berkata" Kursi ini cocok untuk penguasa terpenting,  tidak hanya di majelis ini tapi untuk seluruh dunia". Raja Dakhsa tersenyum. 
Suara narator berkata" Disatu sisi, ego dewa Brahma berada dipuncaknya,  disisi lain ada dewa lain yang paling rendah hati.., dia tidak memiliki ego tapi keterputusan, Detasmen.., dewa yang terlepas dari  berbagai bentuk rasa hormat". Dewa Siwa diperlihatkan sedang bertapa dan kemudian merubah penampilannya menjadi petapa dan menari tandav kemudian melepaskan senjata trisulanya, trisula menancap ditanah tepat di hadapan  Dewa Wisnu yang datang menemuinya. 
Dewa Wisnu berkata pada dewa Siwa" Aku mencari mu di seluruh dunia, dan disini kau bermain dengan abu". Dewa Siwa menyapanya"Narayana,  ini semua permainan abu.., karena setiap pecahan dunia ditakdirkan untuk menyatu dengan abu,  itulah sebabnya aku mengolesi tubuh ku dengan abu". Dewa siwa mengolesi tangannya dengan abu. 
Dewa Wisnu/ Narayan berkata pada dewa wisnu" Dewa kau lupa,  kita, bagian dari dunia dan hari ini kita harus pergi kesuatu tempat". Dewa siwa menjawab" Narayan, aku tidak lupa, aku terjerat dalam bebetapa pertanyaan,  bukankah kita bertiga memiliki kekuatan untuk menangani dunia,  tapi apakah kau tidak pernah berfikir dari mana kita berasal? ".. , kemana kita harus pergi? ".., apa sebenarnya tujuan keberadaan kita? ".. , tanggung jawab kita untuk menangani dunia,  tapi kapan itu akan di mulai? ".., siapa yang membuatnya? "..,  siapa yang membuatnya? ". Dewa wisni beryanya pada dewa Siwa" Dewa, pertanyaan macam apa ini?".. , siapa yang telah membuat kita menjadi ada? ".., dewa Brahma telah menciptakan apapun yang ada di alam semesta,  aku sebagai pemelihara, dan kau perusaknya". Dewa siwa berkata" Narayan, itu hanyalah khayalan". Dewa wisnu bertanya" Dewa, apa bukti kebenarannya? ". Dewa siwa menjawab" Sebuah perasaan,  semua itu aku alami secara intens (sangat kuat)pasti ada seseorang,  siapa sebenarnya yang berada diatas kita,  diatas pencipta, pemelihara dan perusak mungkin ada beberapa kekuatan". Dewa wisnu berkata pada dewa siwa" Itu mungkin saja,  tap dewa, aku datang kepada mu dengan dilema yang berat". Dewa siwa berkata" Narayan, aku tahu dilema mu,  meningkatnya ego dewa Brahma"
Dewa Brahma duduk disinggasana teratainya dan berjata pada raja  Dakhsa" Dakhsa kau memiliki izin untuk memulai pemujaan". Dakhsa berkata pada dewa brahma" Seperti kata mu". Ratu Prasuti merasa keberatan berkata" Maafkan aku, akankah pemujaan kita menguntungkan tanoa kehadiran ketiga dewa? ".., kita harus menunggu dewa Wisnu/ Narayan dan dewa siwa". Raja Dakhsa membentak ratu Prasuti" Dan kau harus menjaga lidah mu, kau hanya seorang wanita dan ingat posisi mu,  buka mulut mu hanya jika kau memiliki izin untuk berbicara.., ayah dewa Brahma adalah yang paling terpelajar dan juga pencipta alam semesta,  ketika dia memberikan izin  untuk memulai pemujaan dan pemujaan itu akan di mulai dan kami tidak akan menganggu apapun" Ratu  Prasuti hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. 
Dewa siwa berkata pada dewa Wisnu" Bagiku peryanyaan tentang kehadiran ku lebih  penting dari pada meningkatnya ego dewa Brahma,  menemukan jawaban atas pertanyaan di benak ku dari pada pemujaan Dakhsa". Dewa Siwa berjalan pergi, Narayan menghentukannya "dewa,  kau tidak peduli atas kesengsaraan duniawu, kau seorang pertapa.., tapi kali ini kami membutuhkan belas kasih dan juga keterlibatan mu.., dewa, aku menghormati mu,  aku yakinnkaunakan mwnerima permohonan ku .., kau akan membebaskan dewa Brahma dari egonya". Dewa siwa hanya terdiam. 
Pemujaan tekah di mulai, Raja Dakhsa terus menyuarakan untuk memuliaan bagi dewa Brahma  dan sampai ditelinga dewa siwa kemudian Dewa siwa berkata pada raja Dakhsa untuk mengentikan pemujaan.  Raja, Dakhsadan semua tersentak menatap dewa siwa yang hadir bersama dewa wisnu.  Semua membungkuk memberi rasa hormat. 
Dewa siwa berkata " Prahapati Dakhsa aku datang untuk tidak membuat rintangan apapun,  aku datang untuk mendiakan mu dengan baik.., kau sedang melakukan pemujaan teehadap penciptaan bumi melalui dewa Brahma,  aku berharap kau berhasil.., tapi agar pemujaan berhasil/berbuah maka penting untuk orang lain duduk untuk pemujaan". Raja Dakhsa bertanya pada dewa siwa" Siapa yang kau bucarakan? ". Dewa Siwa menjawab" Aku berbicara tentang orang yang memberikan arahan yang tepat untuk pemujaan.., Ratu Prasuti,  tanpa dukungannya pemujaan tidak akan berhasil".
Raja Dakhsa berkata menentang dewa Siwa" Dewa maafkan aku, seorang wanita hanya bisa menjadi budak /pelayan pria,  wanita bisa mematuhinya, tapi tidak bisa duduk bersamanya untuk melakukan pemujaan apapun ". Dewa Siwa berkata" Hebat!.., Prajapati Dakhsa! ".., wanita yang mengandung/mengasuh buah hati mu dalam kandungannya,  wanita yang akan meneruskan warisan keluarga mu telah kau jadikan keteringgalannya".., dan kau dewa Brahma, kau yang paling terpelajar,  kau pencipta.., bagaimana kau bisa membiarkan/mentolerir perlakuan seperti ini kepada pencipta lain? ".., jika kau telah menciptakan kehidupan baru dirahimnya"
Dengan sombongnya kepala kelima dewa Btahma berkata dengan sinis" Sekarang seorang pertapa menghubungkan aku dengan seorang wanita". Dewa Siwa berkata" Dewa Brahma, aku tidak menghubungkan mu,  tapi dia melebih diri mu".., seorang wanita adalah trinitas dalam dirinya sendiri,  Wanita membesarkan anaknya,  dan juga menghancurkan sifat buruk anak, lalu kenapa wanita/perempuan menjafi pelayan/budak laki-laki? ".., ketika wanita membawa kehidupan kedepan".., dewa Brahma, sebenarnya seorang pria menahan wanita di belakangnya untuk menyembunyikan kelemahannya,  ratu Prastuti sedang mengandung anak putra mu, dewa Brahma".., Jika kau membiarkannya untuk duduk  untuk pengjormatan, kehormatan mu tidak akan berkurang.., tapi dengan memberi seorang wanita rasa hormat yang pantas dua tetima, kehormatan mu tidak akan menungkat". Kepala kelima dewa Brahma yang sombong marah dan meneriaki dewa siwa" Cukup dewa siwa".., apakah dewa Brahma membutuhkan bantuan wanita untuk menciptakan dunia? ".., biarkan saja hanya seorang wanita, bahlan aku tidak membutuhkan mu ata juga Narayan untuk menciptakan dunia,  itulah keagungan ku bahwa aku membiarkan mu menjadi bagian dari trinitas suci dan kau ingin meremehkan ku dan membuktikan bahwa kau lebih unggul". 
Dewa Siwa berkata" Dewa Brahma, tidak pernah ada pertanyaan tentang siapa yang lebih unggul dsti kita bertiga,  karena sejak awal ada seseorang yang lebih diatas kita.., siapa yang lebih kuat dari pada kita dansiapa yang tidak diragukan lagi telah meciptakan kita". Kepala kelima dewa Braa berteriak marah dengan menunjukkan jarinya" Siwa!".., jika ada sesorang yang lebih besar/unggul diantara kita maka hadirkan dia di hadapan ku,  beritahu pada semua orang dimanakah kekuatan itu? ". Dewa Siwa menjawab" Aku tidak tahu,  aku hanya merasa bahwa kekuatan itu ada .., itulah sebabnya aku mencoba membuat mu menyadari kebenaran itu, dewa Brahma.., sehingga ego/kesombongan mu hancur". Keoala kelima dewa Brahma berkata pada dewa Siwa" Apa yang kau sebut sebagai ego/ kesombongan ku itu adalah keberadaan ku, aku dewa Brahma yang telah menciptakan dunia ini,  itulahnsebabnya dunia dinamai menurut ku, Brahman! ". Surara itu menggema. Dengan kesombingannya, kepala kelima dewa Brahma berkata" Kepala kelima ku merupakan simbol keunggulan ku,  kau mencoba untuk meremehkan ku didepan semua orang.., hari ini didepan semua orang aku akan membuktikan bahwa aku berada  diatas semua orang,  makhluk tertinggi.., di depan semua orang aku akan menciptakan bumi dan juga manusia". Dengan kesaktiannya, kepala kelima dewa Brahma menciptakan bumi dan juga manusia pertama berkata pada dewa Siwa" Dewa Siwa, perhatikanlah baik-baik kekuatan penciptaan dewa Brahma.., apa yang akan ku buat adalah manusia pertama di dunia,  Manu". Namun seketika tatapan mata dewa Siwa meleburkan/menghancurkan ciptaan bumi dan manusia pertama itu. 
Dewa siwa berkata" Dewa Brahma, aku melihatnya, apakah ada kebutuhan untuk membuktikannya?"
kepala kelima dewa Brahma berkata pada dewa Siwa" Apakah kau telah melihatnya?".., dengan kekuatan sihir mu kau telah menghancurkan ciptaan ku".
Dewa wisnu/Narayan berkata pada dewa Brahma" Jangan salah untuk menuduhnya". Dewa Siwa berkata" Narayan, biarkan saja.., kata-kata mu tidak akan berpengaruh padanya katena ity bukanlah dewa Brahma tapi kepala kelimanya yang berbicara".
Dewa siwa berkata "ya dewa Brahma, cobalah untuk memahami sifat buruk kepala kelima mu, ego/ kesombongan mu telah menghancurkan kebijaksanaan mu karena itu kau menyalahkan ky atas kegagalan mu.., tapi dewa Brahma, sebenarnya hanyalah kau dan ego/kesombongan mu yang beryanggung jawab atas kegagalan mu". Kepala kelima dewa Brahma berkata dengan sangat marah " Cukup siwa! ".., kau telah menentang kekuatan ku, sekarang aku akan menunjukkan kepada mu apa yang bisa aku lakukan, penciptaan dan kehancuran tidak membutuhkan siwa, dunia juga tidak membutuhkan siwa untuk kehancuran" Delapan senjata dewa muncul dari delapan tangannya. Dewa Brahma mengerahkan seluruh kekuatannya, dalam amarah kepala kelimanya dan mengguncangkan istana raja Dakhsa. 
Dewa Siwa berkata " Dewa Brahma, ego/kesombongan mu twlah menganggu alam semesta.., setiap kali ada dosa atau perbuatanbyang melebihi batasnya dan membahayakan alam semesta maka aku dewa siwa akan mengambil wujud/bentuj penghancur ku".
Kepala kelima dewa Brahma berkata" Sejauh ini dunia telah melihat kekuatannciptaan ku,  sekarang dunia akan melihat kehancuran Brahma.., delapan senjata ditangan ku akan membawa kegancuran didelapan penjuru dan baik dunia maupun siwa atau kata-kata kasar siwa tidak akan bertahan,  semuanya akan hancur". Kata-kata itu menyulut murka dewa Siwa, fewa Siwa berkata" Dewa Brahma,  kau tidak meninggalkan ku pada pilihan apapun, sudah cukup dengan semua usaha, sekarang aku akan menyerang". Dewa Siwa maju dengan senjata trisula, ditangannya dan memenggal kepala kelima  dewa brahma. Raja Dakhsa berteriak" Ayah".
Kepala itu menghilang, dan cahaya menyilaukan muncul menyilaukan mata. Dewa siwa bertanya-tanya" Cahaya ilahi, tanda apa itu? ".
Dewa siwa, dewa wisnu dan dewa Brahma berpindah kosmos, cahaya emas menyilaukan muncul di hadapan mereka. Dewa wisnu/narayan bertanya-tanya" Cahaya ilahi macam apa ini?". Dewa siwa berkata " Ini tipuan,  tidak narayan!".. , inilah bayangan dari kekuatan ilahi itu,  rahim emas dimana kita telah dilahirkan dan kita, akan dilahirkan lagi dan lagi,  kita akan lahir  tanpa henti".
Dewa siwa mencakupkan kedua tangannya berkata" Oh cahaya ilahi, siapaun kau salam rendah hati siwa untuk mu, tolong ungkapkan diri mu". Cahaya itu memunculkan suara wanita ( Dewi) " Dunia dan alamnsemesta telah duciptakan tanpa inspirasi dari kehendak ku,  semua kekuatan tinggal di dalam diri ku,  semuanya ada karena aku,  karena kemauan ku.., lebih tinggi dan lebih rendah,  kuat dan lemah semuanya karena aku.., aku adalah rakdir seksligus pengejaran semua orang,  aku adalah keilahian semua orang".
Cahaya emas itu berwujud jelas menjadi sosok dewi.  Dewa siwa menyapanya" Dewi".
Dewa wisnu/Narayan berkata pada dewa Brahma" Jangan salah untuk menuduhnya". Dewa Siwa berkata" Narayan, biarkan saja.., kata-kata mu tidak akan berpengaruh padanya katena itu bukanlah dewa Brahma tapi kepala kelimanya yang berbicara".
Dewa siwa berkata "ya dewa Brahma, cobalah untuk memahami sifat buruk kepala kelima mu, ego/ kesombongan mu telah menghancurkan kebijaksanaan mu karena itu kau menyalahkan ku atas kegagalan mu.., tapi dewa Brahma, sebenarnya hanyalah kau dan ego/kesombongan mu yang bertanggung jawab atas kegagalan mu". Kepala kelima dewa Brahma berkata dengan sangat marah " Cukup siwa! ".., kau telah menentang kekuatan ku, sekarang aku akan menunjukkan kepada mu apa yang bisa aku lakukan, penciptaan dan kehancuran tidak membutuhkan siwa, dunia juga tidak membutuhkan siwa untuk kehancuran" Delapan senjata dewa muncul dari delapan tangannya. Dewa Brahma mengerahkan seluruh kekuatannya, dalam amarah kepala kelimanya dan mengguncangkan istana raja Dakhsa. 
Dewa Siwa berkata " Dewa Brahma, ego/kesombongan mu twlah menganggu alam semesta.., setiap kali ada dosa atau perbuatanbyang melebihi batasnya dan membahayakan alam semesta maka aku dewa siwa akan mengambil wujud/bentuj penghancur ku".
Kepala kelima dewa Brahma berkata" Sejauh ini dunia telah melihat kekuatannciptaan ku,  sekarang dunia akan melihat kehancuran Brahma.., delapan senjata ditangan ku akan membawa kegancuran didelapan penjuru dan baik dunia maupun siwa atau kata-kata kasar siwa tidak akan bertahan,  semuanya akan hancur". Kata-kata itu menyulut murka dewa Siwa, fewa Siwa berkata" Dewa Brahma,  kau tidak meninggalkan ku pada pilihan apapun, sudah cukup dengan semua usaha, sekarang aku akan menyerang". Dewa Siwa maju dengan senjata trisula, ditangannya fan memenggal kepala kelima  dewa brahma. Raja Dakhsa berteriak" Ayah".
Kepala itu menghilang, dan cahaya menyilaukan muncul menyilaukan mata. Dewa siwa bertanya-tanya" Cahaya ilahi, tanda apa itu? ".
Dewa siwa, dewa wisnu dan dewa Brahma berpindah kosmos, cahaya emas menyilaukan muncul di hadapan mereka. Dewa wisnu/narayan bertanya-tanya" Cahaya ilahi macam apa ini?". Dewa siwa berkata " Ini tipuan,  tidak narayan!".. , inilah bayangan dari kekuatan ilahi itu,  rahim emas dimana kita telah dilahirkan dan kita, akandilahirkan lagi dan lagi,  kita akan lahir  tanpa henti".
Dewa siwa mencakupkan kedua tangannya berkata" Oh cahaya ilahi, siapaun kau salam rendah hati siwa untuk mu, tolong ungkapkan diri mu". Cahaya itu memunculkan suara wanita ( Dewi) " Dunia dan alamnsemesta telah duciptakan tanpa inspirasi dari kehendak ku,  semua kekuatan tinggal di dalam diri ku,  semuanya ada karena aku,  karena kemauan ku.., lebih tinggi dan lebih rendah,  kuat dan lemah semuanya karena aku.., aku adalah rakdir seksligus pengejaran semua orang,  aku adalah keilahian semua orang".
Cahaya emas itu berwujud jelas menjadi sosok dewi.  Dewa siwa menyapanya" Dewi".

°°°°°°====°°°°°=====°°°°====°°°°=====°°°°====
Perecap :
Dewi berkata pada dewa siwa " Aku akan selalu bersama mu dalam wujud abadi ku sebagai shakti mu". Rishi narad bekata pada dewa sIwa, dan dewi shakti tentang pernikahan kedua putri prajaoati Dakhsa. Dewa siwa bertanya pada rishi Narad" Apakah ada ruang lingkup ketidakpastian dalam pernikahan?". Rishi Narad berkata" Dewa, hanya ada satu ketidakpastian dengan putri prajaoati Dakhsa bernama Diti".
Diti ditampilkan dengan wajah penuh dengan kemarahan melenpar nampan perhiasan. 
Dewa siwa bertanya-tanya" Aku tidak pernah melihat ini sebelumnya di Mansover,  jika, akutidak mengentikan pembekuan danau bagaimana bisa sepasang angsa bisa bertahan?".
Dewi shakti berfikir " Ketika danau akan membeku sepenuhnya, sepasang angsa harus meninggalkan tempat ini,  ini akan menjadi tanda bahwa siwa fan shakti akan berpisah. 















Comments